Minggu, 18 Januari 2009

ada lagi pak

Mengimpor Data Anda ke Google Earth

Gunakan fitur Impor Data untuk mengimpor data geografis buatan ke Google Earth dan menampilkannya sebagai salah satu layer di panel Layer. Saat menggunakan fitur impor, Anda akan mengimpor dua jenis data dasar:

  • Data Vektor - Data vektor terdiri dari titik, garis, jalur, dan poligon. Biasanya, data titik digunakan untuk menjelaskan lokasi tertentu, seperti pusat kota. Garis dan jalur dapat digunakan untuk jalan atau data batas tepi, misalnya, bila poligon dapat digunakan untuk menjelaskan data bidang atau menetapkan area lain seperti danau. Anda dapat mengimpor data vektor ke Google Earth dari penyedia data pihak ketiga, misalnya ESRI. Selain itu, Anda dapat menggunakan file teks umum untuk mengimpor data titik yang ditetapkan sendiri. Setelah mengimpor data vektor ke aplikasi Google Earth, Anda dapat mengubah tampilan atau konten dengan cara yang sama seperti mengedit penanda tempat dan folder. Anda juga dapat menggunakan Template Gaya untuk memformat data dengan cara yang berarti secara visual. Anda juga dapat menampilkan data KML dalam urutan waktu. Untuk selengkapnya, buka Melihat Baris Waktu.
  • Data Pencitraan - Anda dapat mengimpor data pencitraan seperti peta udara atau peta topografi dan membuat proyeksi pencitraan dengan benar melalui pencitraan dasar di penampil 3D. Agar berfungsi, file pencitraan tersebut harus dalam format yang sesuai. Jenis pencitraan ini disebut sebagai Pencitraan GIS.
Catatan - Fitur impor hanya tersedia untuk pengguna Google Earth Plus, Pro, dan EC. Namun, pengguna Google Earth Plus dapat mengimpor 100 alamat setiap kali dari file CSV.

Setelah mengimpor data vektor atau pencitraan ke aplikasi Google Earth, Anda dapat menyimpan data modifikasi seperti saat melakukannya pada penanda tempat atau overlay.

Mengimpor Data Vektor

Google Earth Pro dan EC mendukung jenis data vektor berikut ini:

  • Titik
  • Garis dan jalur
  • Poligon, termasuk poligon telah terisi

Proses mengimpor file data vektor cukup sederhana:

  1. Impor file vektor menggunakan salah satu cara berikut ini:
    • Tarik dan lepaskan - Cari file di komputer atau server jaringanlalu lepaskan di penampil 3D Google Earth.
    • Pilih Buka atau Impor... dari menu File - Bila menetapkan pilihan ini, Anda dapat memilih jenis data yang akan diimpor secara spesifik (misalnya TXT, SHP, TAB) atau menunjukkan Semua format impor data dari menu pilihan.

    Anda juga dapat membuka file dari komputer di jaringan seperti membuka file biasa. Selain itu, jika ingin membuka file yang terdapat di browser Web, Anda harus terlebih dulu men-download file tersebut dan semua file terkait ke komputer atau jaringan lokal, kemudian membukanya.
  2. Bila diminta, pilih untuk menerapkan template gaya atau tidak. Bila memilih Ya untuk menerapkan template gaya, Anda dapat menetapkan gaya baru untuk titik tersebut atau memilih gaya yang ada jika file data tersebut telah ditetapkan. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Menggunakan Template Gaya.

Setelah diimpor, elemen vektor akan ditampilkan di penampil 3D dan file yang diimpor akan tercantum di folder Tempat Sementara. Label, ikon, warna, dan keterangan akan ditampilkan sama seperti pada jenis tempat dan folder lainnya tergantung pada cara menetapkannya menggunakan template gaya.

Catatan: Jika Anda tidak menggunakan template gaya untuk mengubah tampilan data yang diolah, Google Earth akan mencari bidang Nama untuk digunakan sebagai label data Anda. Label ini akan ditampilkan di penampil 3D di sebelah titik dan dalam daftar di bawah Tempat Sementara. Jika data tidak memiliki bidang Nama, maka teks pada bidang pertama yang tersedia akan digunakan sebagai label data.

Bagian selanjutnya mencakup topik berikut ini:

Menggunakan Data Vektor Pihak Ketiga

Pengguna Google Earth EC dan Google Earth PRO dengan modul impor data dapat mengimpor format file vektor berikut ini:

  • MapInfo (TAB) - File yang diperlukan mencakup:
    • MAP ID:
    • DAT
  • ESRI Shape (SHP) - Memerlukan SHX Informasi proyeksi yang dapat dibuat menjadi file SHP atau ditetapkan dalam file terpisah dengan ekstensi PRJ DBF (untuk melihat data bidang)

Data vektor GIS pihak ketiga umumnya berasal dari kumpulan file terkait yang digunakan secara bersamaan untuk menghasilkan semua data vektor seperti yang terlihat di Google Earth. Perlu diketahui bahwa jika data yang diinginkan tidak ditampilkan di penampil 3D, kemungkinan karena tidak adanya file dukungan. Jenis file vektor yang memerlukan file dukungan tambahan ini ditunjukkan dalam daftar di atas.

Catatan - Anda juga dapat menggunakan file teks umum untuk membuat data titik sendiri yang akan digunakan di Google Earth. Fitur ini juga tersedia untuk pengguna Google Earth Plus.

Menggunakan File Teks Umum

Selain mengimpor data vektor dalam SHP, TAB, dan format lain, Anda dapat menetapkan data titik sendiri, lalu mengimpornya ke Google Earth.

Catatan - Hanya data titik yang dapat dibuat dan diimpor menggunakan file teks umum.

File teks umum harus memiliki kolom nama dengan nilainya yang dipisahkan tanda koma, spasi, atau tab. Lakukan tindakan tersebut dengan membuat data pada aplikasi spreadsheet, misalnya Microsoft Excel, kemudian menyimpan file dalam format CSV atau TXT. Cara lainnya, Anda dapat menggunakan metode pemrograman untuk mengekstrak data dari sebuah database dan membuat file hasil akhir dalam format CSV atau TXT.

Catatan - Bila Anda mencoba mengimpor lebih dari 5000 fitur (misalnya, 5000 garis data titik) ke Google Earth, proses ini akan berlangsung lama.

Tidak ada komentar: